Aku dulu pernah begitu egois demi merajut cintamu.
Aku dulu pernah mengabaikan segala pinta temanku
Aku dulu pernah mengorbankan seluruh waktuku untukmu, demi kamu.
Aku dulu pernah mengabaikan segala pinta temanku
Aku dulu pernah mengorbankan seluruh waktuku untukmu, demi kamu.
Aku dulu pernah begitu rela disakiti berkali kali.
Aku kira semua itu hanya dulu, dan tidak akan pernah terjadi lagi. Ternyata aku salah, semua itu masih terjadi bagaikan lingkaran setan yang tak henti hentinya berputar. Jika dilihat dari kurun waktu yang sudah hampir satu tahun kita berpisah, harusnya aku sudah melupakanmu. Namun nyatanya kamu masih bertengger di lembaran setiap kisah hidupku. Atau semua ini hanya karena aku enggan melepas pelangi inspirasi? iya jujur saja aku menulis itu karena kamu, aku hanya dapat menulis saat aku resah, dan kamulah keresahan terbesar dalam hidupku.
Ah sampai lupa aku menyapa kalian para pembaca, terumakasih karena lagi lagi kalian sudi membaca kisahku ini. Semoga saja ini bisa menjadi teman saat kalian merasakan hal yang sama seperti yang ku alami. Tak apa, kamu tak sendiri *peluk jauh huhu.. Ayo lanjut curhat nih hehe
Pagi ini tanpa sengaja aku melihat akun instagrammu rap, terbingkai momen bahagiamu dengannya. Ah seperti ada desir kecil dihatiku meneriakkan "harusnya itu aku" namun sisi ku yang lainnya mengatakan "ah tak apa, memang ia pantas bersamanya" begitulah aku. Pada menit ini aku merelakanmu, namun menit berikutnya aku benar benar meminta pada semesta untukmu menetap. Meminta agar tak ada wanita lain di matamu selain aku. Kadang juga aku memikirkan jika bersamamu semenakutkan saat aku tak pernah menjadi diriku sendiri. Kadang aku menahanmu sekuat ku untuk tidak enyah.
Gerimis selalu saja datang saat aku merinduimu. Teman-teman ku lihat bahagia bersama manusia yang dicintainya. Sedang aku menari bersama bayanganmu yang semakin memudar di bawah temaram lampu. Tapi, tapi, tapi adalah penyangkalan untuk tetap memiliki alasan mempertahankanmu, hingga akhirnya "dan" muncul untuk menegaskan kita ini sebenarnya apa.
*yah lupa kan tadi udah ngetik apa aja.. ga tau da kok tiba tiba tulisannya ilang, huh.
Aku kini tau rap, kini aku memutuskan untuk menjadi wanita yang bisa segalanya, wanita yang cerdas, wanita yang hebat, yang manis sekaligus lembut. Aku tau itu yang dibutuhkan lelaki kelak setelah aku nonton drama korea. Tapi rap, apa kamu akan seperti lelaki kebanyakan? Atau kamu akan tetap memilih wanita yang kini bersamamu? Dulu saatt kita masih berada di masa putih abu abu, aku merasa selalu baik baik saja karena aku tau akulah wanita yang kau butuhkan untuk menyelesaikan masalah yang tak pernah bisa kau selesaikan bahkan tak pernah mencoba untuk menyelesaikan.
Rap, sekarang aku sudah mau masuk ke semester tiga,, tapi hatiku masih padamu saja. Aku selalu menyerahkan semuanya pada waktu. Aku kira waktu akan menyelesaikan semua ini, akan menyelesaikan rasa yang tak pernah ku mulai untuk mengungkapkan.
Komentar
Posting Komentar