URAP Bagian 4

Ada yang hadir melebihi kecepatan waktu.
Kuda berlari menembus himen
Aku bukan manusia biasa
Kamu manusia sempurna
Mereka yang dapat menilai
Kapan kau mengerti jika aku berusaha menangkapmu
Kamu yang tak dapat ku tangkap walau kau hanya diam saja.
Aku tak pernah mengerti,
Kenapa kamu masih tak mengerti.
Matahari, mata yang tak dapat ku lihat dengan mata
Kamu, pemilik mata yang selalu ku lihat dengan mata
Mengejar matahari sampai batas hari
Mengejarmu yang tak pernah bisa melewati batas suci
Bagaimana caranya aku membiarkanmu hilang
Bisakah kamu mengusirku saja?
Astaga aku mana bisa,
Kamu serupa permata yang menyilaukan mata
Senyumanmu saja sangat menggoda pada siapa saja
Sayang semuanya tak terbalas rasa yang indah tak pada tempatnya
Membuat hidupku penuh sandiwara semu.










































Komentar