Hai kawan, dengarkan aku. "Dia kembali!" dia kembali dengan segala pesonanya.
Malam itu di tengah remang cahaya ponselku bergetar, ah notifikasi masuk. Hei tapi itu bukan notifikasi biasa. "UrAp wants to send you a message" DEG! jantungku seperti kehilangan pacunya. Seperti ada yang menarik kedua sudut bibirku membentuk lengkungan indah. Ada yang menuntun jemariku untuk segera membuka pesan itu. Ah senangnya... terimakasih Tuhan, terimakasih semesta aku bahagia.
Malam itu ku habiskan bertukar pesan singkat dengannya. Dia tak berubah, masih keras kepala dan selalu tak pernah jujur kepadaku. Dan rasa itu kepadanya ternyata masih tak berubah, malah semakin bertambah setiap kali aku menyebut namamnya di malam malamku yang panjang. Dan dia masih sama, selalu memintaku mencarikannya kekasih. ah tolong lah.. apa aku selama ini tak cukup? memang rinduku hanya pantas ku simpan bersama mimpi.
Dengan keras kepala ia tetap memintaku mencarikannya, dengan keras kepala pula aku menolaknya. aku katakan saja jika aku tak punya teman wanita, dan teman temanku sudah punya kekasih semua. hah aku tak sebaik itu memberikanmu pada temanku, kamu makhluk yang nyaris tanpa cela. Aku masih berusaha mencari jalan menuju ke hatimu dengan berusaha agar tak terlalu ketara. Dan benar saja karena tak ketara kamu hanya menganggapku teman saja, tak ada apa apa dan tak lebih. Ah aku yang menyedihkan.
Kamu yang tak bisa ku miliki walau ku temui. apa itu sebagai tanda jika aku tak membutuhkannya? apa itu jadi tanda aku akan lebih baik tanpamu? apa aku harus melepaskanmu? bagaimana aku bisa percaya. Memang aku tau semua yang didirikan olehNya adalah rencana yang indah. Tapi aku hanya mau kamu! Ucapku yang masih keras kepala mencintaimu.
Jika bisa aku akan membiarkanmu mengenangku sepanjang waktu. jika bisa aku akan membiarkanmu seperti aku. yang terjebak dalam masalalu sepanjang waktu-waktunya. jika bisa aku akan membuatmu merasakan hilang harapan. hei jangan bilang kamu baru tau jika seseorang yang dulu sangan mencintai bisa menjadi sangat membenci. it's real dan itu aku.
17 April 2020. Terimakasih telah memberiku hadiah yang menyenangkan sekaligus menyedihkan. April, kamu luar biasa. Semoga tahun esok kamu akan datang dengan lebih mengagumkan.
Malam itu di tengah remang cahaya ponselku bergetar, ah notifikasi masuk. Hei tapi itu bukan notifikasi biasa. "UrAp wants to send you a message" DEG! jantungku seperti kehilangan pacunya. Seperti ada yang menarik kedua sudut bibirku membentuk lengkungan indah. Ada yang menuntun jemariku untuk segera membuka pesan itu. Ah senangnya... terimakasih Tuhan, terimakasih semesta aku bahagia.
Malam itu ku habiskan bertukar pesan singkat dengannya. Dia tak berubah, masih keras kepala dan selalu tak pernah jujur kepadaku. Dan rasa itu kepadanya ternyata masih tak berubah, malah semakin bertambah setiap kali aku menyebut namamnya di malam malamku yang panjang. Dan dia masih sama, selalu memintaku mencarikannya kekasih. ah tolong lah.. apa aku selama ini tak cukup? memang rinduku hanya pantas ku simpan bersama mimpi.
Dengan keras kepala ia tetap memintaku mencarikannya, dengan keras kepala pula aku menolaknya. aku katakan saja jika aku tak punya teman wanita, dan teman temanku sudah punya kekasih semua. hah aku tak sebaik itu memberikanmu pada temanku, kamu makhluk yang nyaris tanpa cela. Aku masih berusaha mencari jalan menuju ke hatimu dengan berusaha agar tak terlalu ketara. Dan benar saja karena tak ketara kamu hanya menganggapku teman saja, tak ada apa apa dan tak lebih. Ah aku yang menyedihkan.
Kamu yang tak bisa ku miliki walau ku temui. apa itu sebagai tanda jika aku tak membutuhkannya? apa itu jadi tanda aku akan lebih baik tanpamu? apa aku harus melepaskanmu? bagaimana aku bisa percaya. Memang aku tau semua yang didirikan olehNya adalah rencana yang indah. Tapi aku hanya mau kamu! Ucapku yang masih keras kepala mencintaimu.
Jika bisa aku akan membiarkanmu mengenangku sepanjang waktu. jika bisa aku akan membiarkanmu seperti aku. yang terjebak dalam masalalu sepanjang waktu-waktunya. jika bisa aku akan membuatmu merasakan hilang harapan. hei jangan bilang kamu baru tau jika seseorang yang dulu sangan mencintai bisa menjadi sangat membenci. it's real dan itu aku.
17 April 2020. Terimakasih telah memberiku hadiah yang menyenangkan sekaligus menyedihkan. April, kamu luar biasa. Semoga tahun esok kamu akan datang dengan lebih mengagumkan.
Komentar
Posting Komentar